Tag

, ,

Bicara soal parcel ingatan langsung melayang pada tetangga depan rumah orang tua saya dulu, penyewa rumah ini adalah kepala dinas kesehatan , saat lebaran tiba mereka mendapatkan banyaaaaaaaaaaaaaak sekali parcel, pernah melihat dengan mata kepala sendiri mereka menaruh parcel itu di satu kamar kosong, dan hampir seluruh ruangan terisi parcel dengan berbagai macam ukuran, saya sering main ke rumah ini karena anak anak mereka juga sering main ke rumah orang tua.

Ini baru parcel yang di dapat oleh satu kepala departemen , bagaimana dengan bupati, menteri atau bahkan seorang presiden ? ada teman pernah bilang kalau buat bupati ya ndak lagi parcel seperti itu tapi sudah berupa kunci mobil ? wow .. entah benar apa  nggak saya cuma melongo mendengarnya.

Heran ya, bukankah mereka  sudah kaya dan berkecukupan, kenapa tetap diberi banyak parcel ? jadi yang kaya makin kaya , sedang kaum papa gigit jari saja, karena nggak bakalan mereka dapat segunung parcel di hari lebaran seperti orang orang yang dianggap penting itu.

Pernah saya baca di satu blog, tentang cerita seorang pria membeli banyak parcel dan mengirim parcel itu ke alamat rumah  dia , waktu ditanya kenapa ? laki laki itu dengan bangga bilang bahwa dia ingin mertuanya berpikir  dia orang penting di kantornya hingga dapat banyak parcel walau  yang mengirim dia sendiri :D

Pernah dapat parcel kawan ? ;)