Tag

, ,

Pagi itu bulan Mei 2010 saat kami berlibur ke tanah air, saya naik sepeda sendirian menuju ke satu jalan di kota guna membeli jajanan kecil, karena di jalan tersebut kalau pagi hari banyak berjejer jejer penjual jajanan, dari kue basah, roti dan segala macam goreng gorengan.

Saat itu mata saya tertuju pada seorang ibu, berbeda dengan penjual jajanan  lain yang pakai tenda , meja dan kursi, atau minimnya pakai kursilah bukan hanya duduk di jalan begitu saja seperti ibu ini. Sesaat saya berusaha memotret di tengah kerumumunan orang, dan sesudahnya saya dekati beliau dan berbincang sejenak sambil membeli dua plastik jajanan buatannya

Mungkin saat itu hanya saya yang beli jualannya, karena beberapa ember yang ada di sana masih penuh dengan jajanan gorengan, sedang pagi  hampir berlalu, walau yakin sudah ada pula yang beli jajanan sebelumnya, hanya saja mungkin orang lebih suka beli ke mereka yang pakai tenda atau meja dan kursi bukan ke ibu yang seadanya ini menjajakan jajanannya.

Tapi lihat saja cara berpakaian ibu ini, kebayanya bagus,  jariknya atau kain yang dipakai ibu ini juga terlihat masih baru,  mungkin hanya dipakai kalau jualan saja, serbet yang terletak di pangkuannya juga putih bersih, cuma mungkin orang akan berpikir lain kalau jualannya di letakkan begitu saja di tengah jalan, mungkin  ibu ini belum mampu membeli tenda atau membawa kursi meja dsb,  beliau cuma mau jualan saja, mengkais sedikit rejeki tanpa harus meminta minta,  karena kalau diperhatikan mungkin nggak begitu banyak hasil jualannya.

Saya bayangkan kalau jajanannya masih banyak pasti ibu ini juga harus membawa pulang kembali, entah akan dimakan semua, dibagikan tetangga atau yang lain saya nggak tahu, untung yang didapat pasti juga nggak seberapa dibandingkan tenaga ibu ini yang tentunya sudah bangun fajar, jam 2 ata 3 dini hari untuk menggoreng jajanannya,dimana bahan bahannya telah disiapkan malam sebelumnya, belum harus naik angkutan ke pusat kota untuk menjualnya, kalau sedikit yang beli tentunya untungnya juga nggak seberapa tapi semangat dari ibu ini yang perlu diteladani, dengan usia beliau yang sudah nggak muda lagi masih mau bekerja dan yang terpenting beliau lebih terhormat derajatnya daripada pengemis yang hanya suka meminta minta tanpa harus kerja keras walau masih muda dan badan masih kuat. Rasa malu ibu ini tentunya lebih tinggi daripada para pengemis .

Saya jadi teringat postingan Mual di blog Hijihawu kalau pembaca ingin tahu ceritanya silahkan berkunjung ke blog Hijihawu untuk membacanya .

Pernah bertemu orang seperti ibu ini kawan ?

* Foto ibu ini pernah saya muat di postingan demi sesuap nasi *